10 tanda utama kiamat & Gempa bumi di Timur (2)



10 tanda utama kiamat & Gempa bumi di Timur (2)
=======================================

Sebelumnya saya mohon ma'af apabila tulisan ini tidak mengena atau tidak cocok bagi sebagian pembaca yang budiman. Tulisan ini hanyalah sebuah pendapat pribadi saya, dan tulisan ini pun saya susun berdasarkan pemahaman saya yang masih berusaha untuk belajar dalam bidang Eskatologi Islam. Saya bukan seorang yang mendapatkan pendidikan Ilmu Hadits, Ilmu Tafsir Hadits dan Bahasa Arab secara formal. Tulisan yang saya susun berdasarkan pendekatan sejarah dan fenomena sains teknologi yang saya ketahui. Tulisan ini saya susun dalam rangka latihan menulis saja.

Sambungan dari post:
https://www.facebook.com/baratev/posts/10157737196114183

Penjelajahan Samudera yang mulanya untuk mencari rempah-rempah terjadi setelah masa Renaissance telah menyebar di kalangan Pedagang dan sebagian Aristokrat di Eropa Barat.
Ketika pelaut dan saudagar di Portugal mendapat keuntungan dari bertambah ramainya pelabuhan Lisabon, karena efek dari blokade ekonomi dengan ditutupnya beberapa jalur perdagangan oleh Kesultanan Turki Utsmani. Pelaut-pelaut di Portugal mencari jalan alternatif untuk menuju sumber-sumber rempah di bagian Timur. Pada abad-abad ini, berbagai macam pelayaran rintisan untuk menjelajahi daerah pantai barat benua Afrika Barat dan Afrika Tengah. Beruntung Portugal mempunyai seorang aristokrat yang sangat perhatian terhadap kemajuan teknologi pelayaran yang bernama Infante D. Henrique of Portugal, Duke of Viseu, lebih populer dengan nama Prince Henry the Navigator. Sejak permulaan abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-15, telah beberapa kali ekspedisi rintisan untuk mencari jalur ke daerah Timur. Puncaknya ketika Vasco Da Gama berhasil menemukan jalur langsung dari Eropa ke India dengan berlayar mengelilingi Afrika. Diteruskan oleh Alfonso d'Albuquerque, hingga menguasai Malaka.

Sejak saat itu, daerah Asia Tengah, Timur dan Asia Tenggara, menjadi tujuan baru dalam ekspedisi perdagangan dan pelayaran. Para Bankir di Venesia, Florence, Genoa dan daerah Eropa Barat lainnya dengan semangat membiayai ekspedisi ini. Bayangan terhadap keuntungan besar yang diperoleh membuat Pelaut, Saudagar, Cendikiawan, Bankir, dan sebagian kaum Aristokrat kerajaan-kerajaan di Eropa Barat seperti, Spanyol, Belanda, Perancis, Inggris, Holy Roman Empire, Denmark, bersemangat untuk menjelajahi samudera Atlantik Selatan, hingga Samudera Hindia.

Kemampuan teknologi pelayaran di Portugal mewarisi kemampuan para pendahulunya di abad ke-12 hingga ke-15, abad ke-12, Portugal menjadi basis bagi Pelaut, Bankir, Teknokrat dari Ordo Knights Templar. Hingga Ordo Knights Templar di berangus oleh Paus dan Raja Perancis, Portugal tetap menjadi basis bagi dunia kemaritiman. Hingga munculnya berbagai aliran Organisasi Secret Societies di Kerajaan Katolik ini.

Mulai EIC, VOC yang menggantikan peranan Pelaut dan Saudagar Portugal di Asia tengah, timur dan Tenggara, peranan Orgasasi Secret Societies tetap bertahan. Daerah Asia tengah, timur dan Tenggara, menjadi sarana penyebaran paham yang mereka anut selama ini. Paham Humanis Sekuler dan Materialisme. Banyak di antara Pelaut, Saudagar, Tentara bayaran di VOC dan EIC yang menjadi Organisasi Secret Societies ini. mereka turut andil membangun berbagai logi-logi tempat berkumpulnya mereka, untuk memantapkan penyebaran ajaran dan paham mereka. Para penganut paham Organisasi Secret Societies saat itu menggunakan Kesempatan yang diberi Kerajaan dan Gereja untuk menjelajahi daerah Timur.

Beradab-abad kemudian, Kekayaan yang mereka peroleh dari perdagangan, dengan Kerajaan-kerajaan di Asia tengah, Timur dan Tenggara semakin berlipat-lipat. Hingga masuk abad perdagangan ala Merkantilisme. Peranan Bankir Yahudi Ashkenazi semakin kuat, mempengaruhi berbagai kebijakan terhadap Saudagar Eropa Barat, sampai Pihak Kerajaan-kerajaan di Belanda, Inggris, Perancis mengambil alih posisi Saudagar itu.

Kolonialisme dan Imperalisme terus menyebar di Bumi belahan timur, merusak tatanan penduduk Pribumi. Sebagian besar Kerajaan-kerajaan di Asia tengah, Timur dan Tenggara, saat itu berbentuk Kesultanan, yang menjadi Agama Islam sebagai pedoman mereka. Semangat Perang Salib masih berkobar, ditambah semangat untuk balas dendam secara Ekonomi terhadap Kesultanan Turki Utsmani. Membuat mereka semakin semangat untuk berlama-lama menguasai Jalur perdagangan hingga menguasai Pemerintahan. Berbagai Teror, Penindasan, Perampasan hingga Peperangan terjadi di Kesultanan-kesultanan dan Kerajaan-Kerajaan di Bumi belahan Timur ini.

Membuat Stagnan dan Lumpuhnya Kebudayaan dan Peradaban kesultanan-kesultanan di Asia tengah, Timur dan Tenggara. Kesultanan Mughal di India, dikuasai Kerajaan Inggris pada abad ke-18, begitu juga Kesultanan Banten, Mataram, Tidore, Ternate, Makassar, Banjar, Palembang di Asia Tenggara. Lebih dahulu Kesultanan Malaka, Brunei dan sebagainya. Hingga Kekaisaran Tiongkok pun mereka berusaha kuasai dengan Perang Candunya.

Masuk abad ke-18, Sejak kemenangan kaum Pencerahan mengalahkan Hegemoni Gereja Katolik di Revolusi Perancis. Pihak Bankir dan Cendikiawan semakin kuat dan kokoh untuk menyebarkan paham baru ini ke Bumi belahan Timur.

Berbagai pergolakan-pergolakan terjadi, semangat Revolusi Perancis menyebar di daerah Koloni. Merombak tatantan Politik Monarki selama ini yang dipegang. Sistem Liberal diperkenalkan, Lembaga Pendidikan Sekuler diperbanyak, Sistem Ekonomi baru dipaksakan. Membuat Rakyat di wilayah Kesultanan setempat tidak kuasa untuk menolak.

Paham baru mulai merasuki berbagai lapisan masyarakat di daerah Koloni Eropa Barat ini, Peranan agama mulai dibatasi. Kesultanan dilemahkan hingga menjadi kaki tangan penguasa-penguasa di Eropa Barat.

Sejak abad ke-15 hingga masuk abad ke-20, Kekuasaan Saudagar, Kerajaan Eropa Barat yang dibiayai oleh Para Bankir tetap tidak tergoyahkan. Kesultanan, Kerajaan dan Kekaisaran terus melemah. Tidak berdaya menghadapi Serangan bertubi-tubi dari orang Eropa Barat. Kemajuan Teknologi Industri semakin memperkuat Eropa Barat dalam menguasai Bumi belahan Timur. Masyarakat Bumi belahan Timur, semakin tidak mengenal lagi budaya dan peradaban yang telah dibangun leluhur mereka sebelum kedatangan Bangsa Eropa ini pada abad ke-15.

Masuk Abad ke-20 dan 21, Meletusnya Perang dunia pertama dan Kedua, barulah mulai ada kesadaran untuk bangkit dari Daerah-daerah Koloni Eropa Barat, Dekolonialisasi terjadi, mulai pertengahan abad 20, tahun 1945, setelah usai Perang Dunia Pertama, banyak daerah yang berusaha membebaskan diri berbagai cara dari cengkeraman Kerajaan-Negara Eropa Barat.

Namun, jejak warisan paham yang telah disebarkan oleh Organisasi Secret Societies 5 abad yang lalu, masih bertahan dan tetap kuat. Perilaku dan Budaya Masyarakat Bumi Belahan Timur tidak lagi sama dengan Perilaku nenek moyang mereka lima abad yang lampau. Perilaku, Cara berpikir dan Budaya telah meresa salin sebagian besarnya dari Paham kaum Humanis dan Materialis. Budaya bangsa Timur yang akrab dengan Spritualitas dan Olah Kerohanian telah memudar. Cara pandang Materialistis, Rasionalitas dan Empiris menjadi budaya baru bagi sebagian Masyarakat Bumi belahan Timur.

Gempa yang membawa gejolak Sosial, Budaya, Politik, Ekonomi dan Keyakinan telah terjadi beruntun di Bumi Belahan Timur. Gempa yang memicu terjadi Tsunami budaya abad Pencerahan melibas semua Budaya Bangsa Timur.

Namun, Gempa di Bumi belahan Timur ini, terjalin juga dengan Gempa yang terjadi Bumi Belahan Barat. Tanpa kekayaan yang diperoleh dari Bumi belahan Timur, Gempa yang terjadi di belahan Bumi Barat akan sukar terjadi.

(Wallahu'alam)
-----------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini bersumber dari pendapat beberapa pakar yang saya rangkum, belum tentu benar juga, mohon untuk di cek dan uji lagi dengan peristiwa yang ada.

#paxjudaica

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.